Assalamualaikum
G’d evening, fellas!
Alhamdulillah, tutorial kelar. Menyisakan catatan yang belum terjamah tangan seorang insan malas :p.
Enough for the chit-chat. Ceritanya, anak-anak Forum Studi Islam ngumpul ba’da asar. Kasusnya hampir sama dengan TBM di post sebelumnya, mereka berkeinginan kuat untuk mendirikan FSI di prodi kami. Agendanya, briefing dan rapat hal-hal yang berkenaan dengan knowledge sharing dengan anak FSI Unand dan FULDFK hari Ahad depan. Rencana kan perlu. Bukankah “If you fail to plan, you plan to fail”?
Bla bla bla, dr. Aulia mewejang satu dua petuah. Maklumlah, beliau PD III. Masak iya, hanya datang, duduk, salaman, dan makan snack? Kan enggak. Toh snack-nya nggak ada. Pasti beliau sekarang batuk-batuk tuh, digunjingin. Maaf ya dok. Moga dia gak baca ni tulisan aneh.
Dan gw sebagai rakyat jelata nggak mau kalah dalam hal cuap-cuap. “Saya ingin menambahkan sedikit”, kata gw. Bla bla dan bla. Layaknya mendengar lullably yang memiliki efek sedatif, riuh rendah ngorok anak-anak mulai terdengar.
Lepas nabokin mereka yang tidur, ada yang nyeletuk: “Bang, kok tangan abang dingin yah?”
Hehe. *pokerface*
*langsungberubahserius* Gw sebenernya Mr Freeze.
Itu rokoknya beku ya?
Secara dia maba, gw dengan baik hati bagi-bagi ilmu sekalian ngeles: “Jadi itu adalah respons fight and flight, dek. Keadaan under pressure tadi bikin sistem simpatis abang terkativasi. Efeknya adalah denyut jantung meningkat dan vasokonstriksi pembuluh darah ekstermitas yang bagian distal. Sehingga, suplai darah dapat tersalurkan ke otot-otot besar dan otak.” Paham apa kagak dia, bodo amat. Yang penting, saya ngeles dengan elegan.
Emang sih, agak embarrasing juga saat kita harus berjabat tangan atau dalam kasus gw tadi, nabokin orang sedang tangan sedingin es. Tapi enggak untuk gw. Bodo amat mah.
Tangan dingin tersebut adalah kerja dari sistem saraf otonom. Oiya, sistem otonom itu adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi penting banget. Sistem tersebut yang bertanggung jawab atas respon otomatis dari input yang diterima oleh tubuh, baik yang berasal dari luar maupun dalam. Sehingga respon input berupa output yang tepat dapat terseksekusi. Contoh: Waktu kita ketemu crush. Muka jadi merah padam. Keren dan tepat, kan? Sialan. Ketahuan banget curcolnya. Eh?
Tujuan dari penyempitan pembuluh darah daerah pinggiran agar suplai darah dapat tersalurkan ke bagian tubuh yang lebih membutuhkan. Misalnya: Waktu dikejar cheetah kan otomatis tangan dingin tuh? *emang pernah?* Supaya darah dari perifer tersalurkan ke otot besar seperti paha dan betis. Walhasil, kita dapat berlari cepat walau nggak sekencang Usain Bolt.
So the cheetah is his training partner…
Dalam kasus gw, darah akan lebih banyak dialirkan ke otak sehingga daya pikir makin keren.
Ada beberapa tips buat ngilangin tangan yang dingin saat fight and flight. Salah satunya adalah memotong tangan anda. Dengan begitu, anda tidak perlu was-was dengan tangan yang sedingin es. #plak.
Bernafaslah secara sadar #plak. Maksud saya, atur nafas anda. Bernafaslah dengan pernafasan dada, tidak perut. Kalau perlu, atur nafas agar ia dalam dan lama. Sehingga pertukaran oksigen lebih optimal dan suplainya ke jaringan yang membutuhkan lebih baik. Hal ini bisa meminimalisir vasokonstriksi jaringan perifer mengingat suplai oksigen ke seluruh tubuh sudah adekuat.
Gitu.
Kepustakaan
Guyton, Arthur C. Textbook of medical physiology. -11 th ed. Pennsylvania: Elsevier; 2006.


